Kamis, 21 April 2011

Apa Itu Susu ?


Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia betina. Susu adalah sumber giza utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Pada zaman dahulu, susu telah dipakai sebagai bahan pokok pangan manusia. Manusia mengambil susu dari hewan yang memiliki kelenjar susu, seperti sapi, kuda dan domba. Sapi dan domba mulai dijinakkan sejak 8000 SM untuk diambil daging, bulu dan susunya. Di Timur Tengah, susu bahkan terfermentasi menjadi keju oleh para pengembara gurun di sana. Diperkirakan susu mulai masuk ke dataran Eropa pada abad 5000 SM melewati daerah Anatolia. Sementara, susu mulai masuk ke Inggris pada periode Neolitik.
Penggunaan keju dan susu dari Timur Tengah lewat Turki mulai dikenal oleh bangsa Eropa pada zaman Pertengahan. Kemudian, pada abad ke-15, para pelaut mulai membawa sapi perah untuk dipelihara dan diternakkan di dataran Eropa untuk konsumsi susu. Susu sapi sendiri baru dikenal oleh bangsa Indonesia lewat penjajahan Hindia Belanda pada abad ke 18.

A.    Nutrisi yang Terkandung di Dalam Susu

Tubuh membutuhkan enam jenis nutrien untuk tenaga, pertumbuhan dan memperbaiki jaringan yang rusak. Nutrien-nutrien tersebut adalah: air, karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin. Susu disebut sebagai makanan yang hampir paling sempurna, karena terkenal menjadi sumber dari beberapa nutrisi tersebut . Tetapi susu bukanlah makanan yang sempurna karena kurang mengandung zat besi dan tidak mengandung semua vitamin. Beberapa nutrisi yang ada di dalam susu :
·        Air adalah nutrien paling penting. Tubuh membutuhkan air untuk mengangkut semua proses kehidupan. Susu sapi terdiri dari 87 % air.
·        Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh. Karbohidrat yang terkandung di dalam susu adalah laktosa atau gula susu. Selain menjadi sumber tenaga, laktosa juga membantu tubuh menyerap mineral kalsium dan pospor di dalam susu. Tulang dan gigi kita terdiri dari kedua mineral ini dalam jumlah yang besar. Laktosa juga memberi rasa manis pada susu.
·        Lemak seperti halnya karbohidrat menghasilkan energi. Lemak juga memberi asam lemak tertentu yang sangat diperlukan oleh tubuh. Lemak membuat susu kaya akan rasa. Lemak susu juga mengandung vitamin A, D, E dan K dan beberapa zat-zat lainnya. Salah satu zat tersebut ialah karoten yang memberi warna keemasan pada susu. Lemak susu tampak seperti percikan-percikan yang kecil. Setetes susu mengandung kurang lebih 100 juta percikan-percikan lemak.
·        Protein membantu tubuh untuk tumbuh dan memperbaiki diri sendiri. Selain itu protein juga memberi energi. Protein yang terkandung di dalam susu adalah protein yang komplet, yang mengandung semua asam amino yang dibutuhkan untuk pembuatan sel-sel darah dan jaringan. Hanya protein telur dan protein dalam beberapa daging yang memiliki nilai makanan lebih tinggi dibanding protein susu. Kasein memenuhi kurang lebih 4/5 dari protein yang terkandung di dalam susu. Ini hanya dapat ditemukan pada susu.
·        Mineral seperti halnya protein membantu tubuh untuk tumbuh dan memelihara kesehatan. Kalsium dan pospor adalah mineral terpenting yang terkandung di dalam susu. Kenyataannya susu merupakan makanan utama sumber kalsium. Mineral lainnya yang terkandung di dalam susu adalah potasium, sodium, sulfur, dan mengandung aluminium, tembaga, iodine, besi, mangan, seng dalam jumlah lebih sedikit.
·        Vitamin sangat penting untuk pertumbuhan, memelihara jaringan dan mencegah timbulnya penyakit-penyakit tertentu seperti beri-beri, dan rakitis. Susu menyediakan banyak vitamin dan dalam jumlah yang besar dibandingkan makanan alami lainnya. Susu menjadi sumber istimewa vitamin A dan B-2 dan sumber vitamin B-1 yang baik. Vitamin lainnya yang terkandung di dalam susu ialah vitamin B-6, B-12, C, E, K, dan niasin. Susu juga mengandung vitamin D, tetapi dalam jumlah yang kecil. Beberapa produsen menambahkan ekstra vitamin D ke dalam susu.

B.     Manfaat Susu

Setiap 100 gram susu terkandung panas sebesar 70.5 kilokalori, protein sebanyak 3.4 gram, lemak 3.7 gram, mengandung kalsium sebesar 125 miligram, sementara prosentase penyerapan dalam tubuh sebesar 98% – 100%. Didalam susu terkandung vitamin B2 dan vitamin A, selain protein juga terdapat macam-macam asam amino yang penting untuk pertumbuhan tubuh. Sekarang, susu sapi dijuluki sebagai bahan makanan dengan kandungan vitamin lengkap, juga sebagai “darah putih” yang membantu kesehatan tubuh manusia.
Orang-orang yang mengkonsumsi segelas susu setiap harinya minimal mendapat 11 macam manfaat dari susu:

1.      Susu mengandung potassium, yang dapat menggerakan dinding pembuluh darah pada saat tekanan darah tinggi untuk menjaganya agar tetap stabil, mengurangi bahaya akibat apopleksi, juga dapat mencegah penyakit darah tinggi dan penyakit jantung.
2.      Dapat menetralisir racun seperti logam, timah dan cadmium dari bahan makanan lain yang diserap oleh tubuh.
3.       ASI (Air Susu Ibu) dan kandungan lemak di dalamnya dapat memperkuat daya tahan fungsi syaraf, mencegah pertumbuhan tumor pada sel tubuh.
4.      Kandungan tyrosine dalam susu dapat mendorong hormon kegembiraan—unsur serum dalam darah tumbuh dalam skala besar.
5.      Kandungan yodium, seng dan leticin dapat meningkatkan secara drastis keefisiensian kerja otak besar.
6.      Zat besi, tembaga dan vitamin A dalam susu mempunyai fungsi terhadap kecantikan, yaitu dapat mempertahankan kulit agar tetap bersinar.
7.      Kalsium susu dapat menambah kekuatan tulang, mencegah tulang menuyusut dan patah tulang.
8.      Kandungan magnesium dalam susu dapat membuat jantung dan sistem syaraf tahan terhadap kelelahan.
9.      Kandungan Seng pada susu sapi dapat menyembuhkan luka dengan cepat.
10.  Kandungan vitamin B2 di dalam susu sapi dapat meningkatkan ketajaman penglihatan.
11.  Minum susu sebelum tidur dapat membantu tidur.

C.    Syarat Susu Yang Baik

Saat masih berada di dalam kelenjar susu, susu dinyatakan steril. Namun, apabila sudah terkena udara, susu sudah tidak bisa dijamin kesterilannya. Adapun syarat susu yang baik meliputi banyak faktor, seperti warna, rasa, bau, berat jenis, kekentalan, titik beku, titik didih, dan tingkat keasaman.
Warna susu bergantung pada beberapa faktor seperti jenis ternak dan pakannya. Warna susu normal biasanya berkisar dari putih kebiruan hingga kuning keemasan. Warna putihnya merupakan hasil dispersi cahaya dari butiran-butiran lemak, protein, dan mineral yang ada di dalam susu. Lemak dan beta karoten yang larut menciptakan warna kuning, sedangkan apabila kandungan lemak dalam susu diambil, warna biru akan muncul.
Susu terasa sedikit manis dan asin (gurih) yang disebabkan adanya kandungan gula laktosa dan garam mineral di dalam susu. Rasa susu sendiri mudah sekali berubah bila terkena benda-benda tertentu, misalnya makanan ternak penghasil susu, kerja enzim dalam tubuh ternak, bahkan wadah tempat menampung susu yang dihasilkan nantinya. Bau susu umumnya sedap, namun juga sangat mudah berubah bila terkena faktor di atas.
Berat jenis air susu adalah 1,028 kg/L. Penetapan berat jenis susu harus dilakukan 3 jam setelah susu diperah, sebab berat jenis ini dapat berubah, dipengaruhi oleh perubahan kondisi lemak susu ataupun karena gas di dalam susu. Viskositas susu biasanya berkisar antara 1,5 sampai 2 cP, yang dipengaruhi oleh bahan padat susu, lemak, serta temperatur susu.
Titik beku susu di Indonesia adalah -0,520°C, sedangkan titik didihnya adalah 100,16°C. Titik didih dan titik beku ini akan mengalami perubahan apabila dilakukan pemalsuan susu dengan penambahan air yang terlalu banyak karena titik didih dan titik beku air yang berbeda.
Susu segar mempunyai sifat amfoter, artinya dapat berada di antara sifat asam dan sifat basa. Secara alami pH susu segar berkisar 6,5–6,7. Bila pH susu lebih rendah dari 6,5, berarti terdapat kolostrum ataupun aktivitas bakteri.

Sumber : wikipedia.com, www.untukku.com, nutrisimedan.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar